Home » » Tips Pengajuan KPR Agar Mudah Diterima Bank

Tips Pengajuan KPR Agar Mudah Diterima Bank

Written By Eko Marwanto on Saturday, 4 August 2012 | 12:54

Bagi beberapa masyarakat yang masih awam mengenai hubungan dengan bank, biasanya mereka masih takut bila harus berurusan dengan bank. Harusnya beberapa masyarakat yang memiliki akses informasi tertentu ikut membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat dengan mudah mengakses layanan bank.

Berikut ini merupakan beberapa tips/cara yang dapat dijadikan acuan, agar Pengajuan KPR Agar Mudah Diterima Bank :
  1. Checking BI, aktivitas mengecek histori keuangan kita di Bank Indonesia, apakah kita memiliki histori yang buruk atau baik dalam soal pinjam meminjam di lembaga keuangan bank maupun non bank. Untuk mengecek di BI, Syarat nya mudah sekali cukup membawa copy KTP (Identitas), biasanya hasil Checking BI bisa ditunggu. Jika hasilnya bagus (tidak ada permasalahan kredit) silahkan lanjutkan untuk mengikuti proses KPR, jika tidak bagus hendaknya menggunakan data keluarga yang memiliki history bagus di bank. Namun, jika anda merasa belum pernah sama sekali berurusan dengan aktivitas pinjam meminjam dengan lembaga keuangan, anda dapat melewati langkah pertama ini.
  2. Memilih jangka waktu cicilan sesuai dengan kesanggupan anda membayar
  3. Perhatikan dengan seksama persyaratan-persyaratan vital seperti KTP dan KK (Kartu Keluarga). Tentunya pihak Bank tidak akan menerima jika pada saat terjadi Perjanjian Kredit KTP anda sudah tidak berlaku lagi. Jika anda berstatus cerai, hendaknya melampirkan surat cerai dari Pejabat yang berwenang. Jika anda memiliki KTP daerah, lampirkan juga surat domisili dari kelurahan tempat tinggal anda sekarang.
  4. Umumnya setiap nasabah akan melalui masa wawancara dan analisis. Pada saat proses wawancara dengan pihak Bank, hendaklah kita menjawab sesuai dengan kelengkapan persyaratan yang kita ajukan. Seperti nominal gaji, masa kerja, nama tempat kita bekerja dan lain sebagainya. Jangan pernah terlihat gugup, atau berkata tidak karuan yang nantinya akan membuat pihak bank ragu, terkecuali anda memang orang yang mudah gugup. Jangan lupa untuk menghitung secara secara garis besar saja pengeluaran anda setiap bulan, mulai dari biaya rumah tangga, transportasi dan lain sebagainya. Jika pengeluaran anda setiap bulan sangat besar, tentunya akan menjadi hambatan untuk anda juga nantinya. 
  5. Jika dalam status bekerja, sebaiknya anda menyampaikan niat anda untuk mengambil rumah kepada beberapa bagian di perusahaan anda, hal ini untuk mengatasi apabila pihak bank nantinya mengkonfirmasi data anda kepada perusahaan di tempat anda bekerja.
  6. Konsultasikan permasalahan data yang anda alami kepada marketing perumahan. Jangan pernah ragu untuk membicarakan permasalahan anda, terutama mengenai pemberkasan. Selain itu tanyakan syarat lainnya yang harus dipenuhi untuk menyempurnakan proses pengajuan anda, seperti menyetujui akad, memenuhi syarat tabungan yang harus dipenuhi pada bank tempat anda mengajukan KPR.
advertisement


0 comments:

Post a Comment

Info Populer

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS