Home » » Rencana Pemerintah: kredit pemilikan rumah tanpa Uang Muka

Rencana Pemerintah: kredit pemilikan rumah tanpa Uang Muka

Written By Eko Marwanto on Wednesday, 19 December 2012 | 03:21

ilustrasi Foto: newslincolncounty.com
Menurut Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Manoarfa, saat ini program rumah murah yang sudah dijalankan pemerintah adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan Rp 2,5-4,5 juta per bulan.

Kini pemerintah sedang mengupayakan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tanpa uang muka (DP/down payment) untuk masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 2,5 juta per bulan. Angsuran per bulannya diperkirakan sekitar Rp 250 ribu selama 15 tahun.

Untuk program ini, mudah-mudahan dapat diterapkan secepatnya pada tahun depan. Menurut Financial Planning dan Investment Advisor Mike Rini Sutikno dan Aprida SE dalam artikelnya pada properti.kompas.com, menyebutkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum mengajukan KPR tanpa uang muka, karena selain program pemerintah banyak juga tawaran lain yang sebenarnya program komersil yang menawarkan kredit rumah tanpa uang muka, hal tersebut antara lain:


Tawaran 1: Developer menawarkan. Konsumen berhubungan langsung dengan developer.
Plus: Anda tidak harus DP. Kredit langsung ke developer, dan biasanya properti sudah jadi (ready stock)
Minus: Harga lebih mahal, konsumen kadang harus mengurus sendiri administrasinya
Keterangan: merupakan strategi marketing dari developer.

Tawaran 2: Kerjasama developer dan bank
Plus: tidak harus DP.
Minus: Harga lebih mahal, untuk kavling siap bangun risiko serah terima tinggi jika developer mengalami kemacatan dana.

Keterangan: strategi marketing, karena developer telah melakukan deposit. Besarannya sesuai DP konsumen (menanggung DP konsumen sampai serah terima).

Tawaran 3: Diskon yang diterima konsumen seolah-olah dijadikan DP.
Plus: Tanpa DP, harga lebih murah, KPR bisa lebih besar.
Minus: tawaran ini sedikit menjebak, karena itu harus berkoodinasi dengan developer. Bisa jadi ditolak karena nilai agunan kurang. Untuk kavling siap bangun risiko serah terima tinggi jika developer mengalami kemacetan dana.

Keterangan: merupakan strategi marketing developer dan strategi marketing sales bank.

Tawaran 4: Konsumen menaikkan harga sesuai nilai DP
Plus: Tanpa DP, harga lebih murah
Minus: Harus berkoordinasi dengan developer. Bisa jadi ditolak, karena agunan kurang.
Keterangan: Menaikkan harga sedikit lebih tinggi sesuai uang muka

Tawaran 5: Deposito sebagai agunan.
Plus: Tanpa DP
Minus: Deposito dijadikan agunan, sehingga tidak bisa digunakan untuk keperluan lain.
Keterangan: merupakan strategi marketing.

Tawaran 6: Program pemerintah FLPP.
Plus: Tanpa DP, subsidi harga murah, bunga murah.
Minus: Nilai yang ditawarkan baru sedikit, baru ada satu bank umum yang menggarap. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi.
advertisement


0 comments:

Post a Comment

Info Populer

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS