Home » » Kabar Rumah Rakyat 2013

Kabar Rumah Rakyat 2013

Written By kprbersubsidi on Thursday, 3 January 2013 | 23:26


Tahun 2013, perekonomian nasional yang relatif stabil, permintaan yang terus meningkat, dan berkembangnya pembiayaan membuat sektor properti melesat dengan peningkatan harga hampir di semua segmen. Sejumlah kalangan memprediksi, masa naik daun (booming) properti akan terus berlanjut meskipun kenaikan harga menjelang Pemilu 2014 diperkirakan tak setajam tahun ini.

Program pemerintah KPR Bersubsidi di tahun 2013, diharapkan dapat mengerem laju kenaikan harga di industri properti, Walaupun kondisi perekkonomian termasuk stabil pada saat ini. Namun, menjelang pemilu 2014, apa saja dapat menjadi kemungkinan yang akan menggonajang-Ganjingkan perekonomian Indonesia.

Kekhawatiran Pemilu 2014 inilah yang menjadi momok tersendiri, terutama dalam pengadaan peruamahan rakyat. Kekurangan rumah rakyat yang diprediksi mencapai 15 juta unit belum juga teratasi, bahkan berpotensi meningkat seiring dengan penambahan kebutuhan rumah baru sebanyak 800.000 unit per tahun. Berdasarkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014, pemerintah menargetkan penyediaan rumah sederhana bersubsidi sebanyak 1,35 juta unit atau senilai Rp 72,83 triliun. Target lima tahun itu meliputi 1,34 juta rumah tapak dan 6.500 rumah susun.

Dalam tiga tahun berselang, tahun 2010 hingga awal Desember 2012, realisasi rumah sederhana tapak baru 176.524 unit (19,28 persen) dan rumah susun 139 unit. Tahun 2012, target rumah sebanyak 133.000 unit bahkan hanya terserap 59.112 unit, meliputi 59.107 rumah tapak (44,6 persen) dan 5 rumah susun (1 persen). Penyerapan rumah yang terus menurun justru terjadi pada saat alokasi anggaran pemerintah untuk perumahan rakyat terus meningkat. Tahun 2010, anggaran pemerintah untuk pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah adalah Rp 2,68 triliun, tahun 2011 sebesar Rp 3,57 triliun, dan tahun 2012 sebesar Rp 4,709 triliun.

Tahun 2012 hampir berlalu dan hanya tersisa dua tahun menjelang berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu II. Dibutuhkan lonjakan penyediaan rumah hingga 1.089.686 unit jika pemerintah ingin memenuhi target RPJMN. Sebuah target yang sangat sulit dicapai, mengingat tahun 2013, anggaran Kemenpera diturunkan menjadi Rp 2,7 triliun akibat rendahnya penyerapan anggaran tahun ini. Padahal, target pembangunan rumah sesuai RPJMN tahun 2013 mencapai 350.000 unit.

Kemenpera sudah menyerah dengan program ini dan menargetkan hanya 180.000 unit jika ada suntikan tambahan dana APBN Perubahan. Padahal masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan rumah layak huni.
advertisement


0 comments:

Post a Comment

Info Populer

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS