Home » » Pameran Permahan Rakyat yang Digelar Kemenpera Banyak Dikritik

Pameran Permahan Rakyat yang Digelar Kemenpera Banyak Dikritik

Written By kprbersubsidi on Saturday, 14 September 2013 | 14:29

Program pameran rumah murah di 10 kota besar yang digelar Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), dinilai mubazir. Apalagi, program yang didanai anggaran itu, menelan dana cukup besar.

LSM Indonesia Property Watch menyarankan Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) jangan hanya sibuk menggelar pameran rumah, karena penyelenggaraan pameran bisa diserahkan ke pihak lain.

Sejak penggantian Menteri Perumahan Rakyat dari Suharso Monoarfa ke Djan Faridz, relatif tidak ada kebijakan masuk akal dan seharusnya dijalankan oleh Kemenpera. Alih-alih malah menghentikan penyaluran FLPP pada akhir 2011 lalu, sampai saat ini pemerintah seakan tidak mengindahkan apa yang terjadi di masyarakat dan cenderung tidak mengerti bagaimana harus melakukan atau membuat kebijakan pro-rakyat dan pro-pasar.

Sebagai Menpera seharusnya dapat memegang amanah karena UU Dasar 1945 jelas disebutkan bahwa pemerintah sebagai penanggung jawab penyediaan rumah rakyat. Bila Kemenpera tidak berfungsi dengan sebagaimana mestinya, maka sebaiknya perlu sebuah reformasi mengganti kementerian yang ada dengan lembaga yang lebih dapat bertindak lebih efektif untuk rakyat yang lebih sejahtera

Kprbersubsidi.com sebagai media independen yang ingin memberikan informasi rumah murah kepada masyarakat Indonesia berpendapat bahwa program pameran ini dapat dijadikan momentum untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin mendapatkan informasi rumah murah yang ada di daerahnya.

Namun, seharusnya pemerintah juga menyediakan media informasi yang memuat data base tentang informasi rumah murah yang tersedia di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. jika memang pemerintah kesulitan dalam menghimpun data base tersebut untuk disebarkan kepada masyarakat luas, kami dari tim Kprbersubsidi.com siap membantu dalam hal publikasi perumahan murah kepada masyarakat yang memang membutuhkannya.
advertisement


0 comments:

Post a Comment

Info Populer

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS