Home » » Kisah Inspiratif: Sukses Beli Rumah di Bintaro Tanpa KPR, Dengan Uang Rp. 20Jt

Kisah Inspiratif: Sukses Beli Rumah di Bintaro Tanpa KPR, Dengan Uang Rp. 20Jt

Written By Eko Marwanto on Saturday, 26 September 2015 | 07:10

Awal ketika Siti Sholekah Sariningsih ingin membeli rumah, Ia hanya memiliki modal Rp. 20 jt, kini Ia telah sukses menjadi salah satu penggiat bisnis property di Tangerang dan mendirikan Komunitas Beli Rumah Tanpa KPR. Bagaimana kisahnya?

Setelah menikah pada 2012 Siti Sholekah Sariningsih sempat mengontrak selama dua tahun. Saat itu, dia masih menikmati hidup tanpa terpikir untuk memiliki rumah sendiri. Tetapi, setelah lahir anak pertama pada 2013, baru terasa bahwa dia membutuhkan rumah sendiri yang bisa mendukung perkembangan anak.

Sama dengan kebanyakan orang, pada awalnya wanita yang akrab dipanggil Sari ini berfikir untuk membeli rumah secara kredit, tetapi saat itu hanya punya uang tunai sebesar Rp 20 juta. Jumlah tersebut tidak cukup untuk sekadar membayar uang muka, juga kurang untuk memulai sebuah usaha.

Kemudian, dia pun belajar dari saudara suaminya yang sudah berbisnis properti sejak lama. Atas sarannya, uang sebesar Rp 20 juta tersebut dibelikan tanah seluas 120 meter persegi di daerah Serpong, Tangerang Selatan, yang rencananya akan digunakan untuk membangun empat rumah petak.

Tanah tersebut sempat menganggur selama setahun, setelah mengumpulkan modal tambahan untuk pembangunan hingga menjual emas kawin, akhirnya Sari bisa membangun satu rumah petak yang akan dikontrakan dengan biaya pembangunan sekitar Rp 30 juta. Ternyata rumah petak yang berdiri di atas lahan 30 meter persegi tersebut terjual sebulan setelah dibangun, dengan harga Rp 55 juta.

Uang sebesar Rp 55 juta tersebut kemudian digunakan lagi untuk membangun dua rumah petak lainnya. Tak berbeda dengan rumah petak pertamanya, dua rumah baru yang dia bangun juga laku dalam waktu yang singkat. Sari bisa mengantongi uang sebesar Rp 125 juta.

Uang tersebut pun dia gunakan lagi untuk membeli tanah seluas 65 m² di kawasan Bintaro. Untuk membangun rumah di tanah tersebut, Sari masih memiliki satu rumah petak yang rencananya akan dijual dan dijadikan modal membangun rumah di Bintaro.

Dari pergulatannya di bisnis jual-beli properti tersebut, akhirnya ibu satu anak ini bisa membeli rumah sendiri tanpa harus mengambil cicilan rumah di bank. Setelah dua tahun terjun di bisnis ini, dia pun mendapatkan banyak ilmu dan masukan terkait bisnis properti, termasuk strategi untuk mendapatkan modal.

Saat ini, sari sudahterjun menjadi salah satu pebisnis properti di Tangerang. Ia banyak melakukan penawaran kerja sama dengan investor dan developer untuk membangun beberapa peruamahan yang kemudian dipasarkan ke masyarakat.

Sari mengilustrasikan tentang modal dan keutungan bisnis propertinya:

Ilustrasi: Untuk membangun satu rumah di Tangerang dengan luas tanah 65 meter persegi dan bangunan type 45, asumsi harga tanah Rp2,5 juta per meter persegi dan bangunan rumah Rp2,5 juta per meter persegi.

Ilustrasi: Untuk membangun satu rumah di Tangerang dengan luas tanah 65 meter persegi dan bangunan type 45, asumsi harga tanah Rp2,5 juta per meter persegi dan bangunan rumah Rp2,5 juta per meter persegi.
  • Modal tanah: Rp165,5 juta
  • Modal bangunan: Rp112,5 juta
  • Biaya administrasi: Rp5 juta
  • Biaya cadangan: Rp10 juta
  • Biaya marketing: Rp1 juta
  • Total: Rp291 juta

Harga jual rumah tipe 45 di daerah Tangerang sekitar Rp500 juta, bisa dipakai sebagai asumsi harga jual.
  • Harga jual : Rp500 juta
  • Harga pokok : Rp291 juta
  • Laba kotor :  Rp209 juta
  • Pajak 5 % : Rp25 juta
  • Komisi marketing 2,5 % : Rp12,5 juta
  • Laba bersih : Rp171,5 juta.
Seperti itu kisah inspiratif dari sang wanita penggiat bisnis properti di Tangerang, Ada yang ingin mengikuti jejaknya?
advertisement


0 comments:

Post a Comment

Info Populer

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS